AD

sponsored

Soal Dan Kunci Jawaban Cerpen + Pembahasan lengkap

Posting Komentar
Soal Dan Kunci Jawaban Cerpen + Pembahasan lengkap

Contoh soal cerpen dan pembahasan serta jawabannya dibawah ini bisa anda jadikan sebagai acuan untuk memahami materi tentang cerpen dalam pelajaran bahasa indonesia. beberapa soal diambil dari soal kisi-kisi ujian nasional atau un dan berasal dari kurikulum 2013.

Soal Cerpen

Cermati kutipan novel berikut untuk soal nomor 1 dan 2!

Sebelum subuh mereka telah bangun. Siti Rubiyah ikut bangun pagi dan memasak kopi dan makanan pagi untuk mereka. Buyung merasa agak berat dalam hatinya berangkat. Dia teringat Siti Rubiyah yang ditinggalkan sendiri dengan Wak Hitam yang masih sakit. Kemarin malam panasnya naik lagi hingga dia mengerang-ngerang sepanjang malam dan sepanjang malam terdengar dia tak tertidur. Akan tetapi, berbalik-balik dengan gelisah di atas tempat tidurnya. Dan tiap sebentar terdengar gerak Siti Rubiyah di dalam kamar mengambil minum untuknya.

Harimau! Harimau! Muchtar Lubis


1.

Watak Buyung seorang yang perhatian dan peduli kepada orang lain dideskripsikan pengarang dalam kutipan tersebut dengan…

A.Pikiran-pikiran tokoh

B. Dialog antartokoh

C. Tanggapan tokoh lain

D.Secara langsung

E. Lingkungan di sekitar tokoh


2.

Amanat yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah…

A.Tidak baik berputus asa menghadapi penderitaan hidup

B. Janganlah terlalu menghitung-hitung jasa yang dilakukan

C. Sabarlah menghadapi segala cobaan yang menimpa diri

D.Pedulilah terhadap kondisi dan penderitaan orang lain

E. Janganlah mencurigai orang lain secara berlebihan


3.

Cermatilah cerpen berikut!


Biaya hidup sekarang jauh lebih banyak. Sekarang semua orang perlu membeli bensin untuk sepeda motor atau mobil. … Paling mereka bersepeda. Dan, kita kemana-kemana jalan kaki, bukan? Sekarang mereka berlomba-lomba ingin mendapatkan televisi berwarna dan membeli lemari es.


Kalimat bermajas metonomia untuk melengkapi cerpen tersebut adalah…

A.Mereka banyak yang mengendarai motor

B. Hanya beberapa orang yang berjalan kaki

C. Besok mereka akan pergi keluar kota

D.Dulu di desa ini tidak ada yang memakai Honda

E. Orang di desa jarang sekali pergi menggunakan mobil


Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 6 dan 7!


Pak Kepala Kanwil berkata dengan pelan dan pasti, namun cukup menusuk perasaan Setyani. Sosok pemimpin yang tegas dan kaku menurut Setyani itu, berulang kali mengucapkan kata-kata mutiara yang menyebalkan. Hati Setyani berletupan. “Ya, Bapak tidak mengalami sih, coba kalau istri Bapak yang harus memilih ultimatum itu. Bagaimana sikap Bapak? Bagaimana perasaan Bapak? Memang benar sebagai seorang pemimpin Bapak bersikap tegas. Tetapi, apakah tidak ada pertimbangan lain yang lebih bersifat manusiawi. Mengapa Bapak tidak menelusuri, mengapa suamimu pindah? Apa alasan pindah tugas? Bapak hanya menyapu rata. Bapak hanya menyapu bersih, mengambil permukaannya saja, tanpa mengikut sertakan perasaan. Yang ini telah dilupakan Bapak. Bukankah Bapak juga sebagai kepala rumah tangga yang dalam kesehariannya juga dikelilingi oleh anak dan istri yang setia? Di kantor memang Bapak pemmpin yang wibawa dan tegas. Tetapi, apa salah jika dalam mengambil keputusan dan mengeluarkan dogma, Bapak mengikut sertakan sisi lain sebagai pertimbangan, yaitu nurani dan kemanusiaan misalnya. Semua permasalahan toh ada solusinya.

Sebuah Ultimatum, Susi Purwani.



4.

Amanat yang diungkapkan dalam penggalan cerpen tersebut adalah…

A.Jadilah pemimpin yang adil dalam menjalankan tugas.

B. Seorang bawahan harus dapat menerima keputusan pemimpin.

C. Pemimpin harus dapat memisahkan antara tugas dan kewajiban.

D.Pengambilan keputusan hendaknya mempertimbangkan kemanusiaan.

E. Seorang pemimpin juga berkewajiban lupa keluarganya sendiri.



5.

Nilai moral yang terkandung dalam penggalan cerpen tersebut adalah…

A.Pemimpin yang baik mengambil keputusan secara tegas dan mempertimbangkan kemanusiaan.

B. Sikap tegas dan wibawa pemimpin kepada bawahannya tanpa pilih kasih atau adil.

C. Kesulitan seseorang dalam mengambil keputusan yang terbaik karena mempertimbangkan keadilan.

D.Kepedulian pemimpin terhadap masalah tugas dan keluarga yang kedua hal tersebut sama beratnya.

E. Resiko seorang pegawai dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai anak buah.


6.

Bacalah kutipan drama berikut!

Nirmala : “ Ya, Allah! Dimanakah Bilal dan Nurma? ( tangis Nirmala pun meledak) “ Ya, Allah mengapa kau ambil kedua anakku? Mengapa tidak aku saja!” (suasana di ruangan itu haru biru diliputi kesedihan mendalam begitu mendengar kejadiaan yang sebenarnya)

Dokter Anis  : “Bagaimana kejadiannya?” (setelah keadaan agak mereda)

Sultan   : “Minggu pagi tanggal 26 Desember 2004 itu kami sekeluarga sedang makan pagi di ruang tengah. Tiba-tiba terjadi gempa bumi cukup hebat. Kami pun berhamburan keluar rumah. Saya menggendong Bilal sedang Dik Nirmala menggendong Nurma!” (jelas Sultan sambil menggigit bibir karena menahan kepedihan amat dalam) “Setelah guncangan gempa itu reda tiba-tiba dari arah pantai orang berteriak-teriak air!...air! ketika diterjang bah tsunami kami pun baremapat saling berangkulan. Selanjutnya, kami terseret air bersama bangunan, pohon, mobil, dan bahan-bahan lain. Dik Nurmala dan kedua anak saya menjerit-jerit ketakutan karena timbul tenggelam dan tertimpa benda-benda yang terseret air.”

Nirmala : “Tidak lama kemudian arus air yang menyeret kami menabrak bangunan yang bertingkat. Kedua anak kami terlempar entah ke mana. Saya dan suami pingsan dan tenggelam setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi!”

Hanya Kebesaran dan Rahmatnya, Aku Masih, Aisyah.

    


Masalah yang diungkapkan dalam kutipan naskah drama tersebut adalah…

A.Seorang ibu mengalami gangguan jiwa karena depresi yang berat.

B. Ratapan orang tua karena kehilangan anaknya pada peristiwa tsunami Aceh.

C. Orang tua yang kehilangan anak dan berharap anaknya kembali.

D.Orang tua yang ditinggalkan anaknya di tsunami Aceh.

E. Ketakutan orang tua akan kehilangan benda yang dicintainya.


7.

Cermatilah penggalan drama berikut!

Perempuan: Aneh!

Penyair: Kedengarannya emang aneh, akan tetapi begitulah.

Perempuan: Lalu apa yang bung kagumi?

Penyair: …

Perempuan: Aku tidak mengerti. Coba jelaskan!

Penyair: Maksudku, pernyataan saudari tadi itu.

Perempuan: Ya, mengapa?

Penyair: Hikmahnya terasa begitu puitis.



Kalimat yang sesuai untuk melengkapi drama tersebut adalah…

A.Apa lagi Bung!

B. Pernyataan Saudari tadi.

C. Burung terbang jauh.

D.Dua hari yang lalu.

E. Mestinya demikian.



8.

Cermatilah kutipan cerpen berikut!

Tetapi itu 10 tahun yang lalu. Sekarang saya sudah tua. Waktu telah memproses segalanya begitu rupa, sehingga semuanya di luar dugaan. Sekarang Taksu sudah menggantikan hidup saya memikul beban keluarga. Ia menjadi salah seorang pengusaha besar yang mengimpor barang-barang mewah dan mengekspor barang-barang kerajinan serta ke berbagai wilayah mancanegara.

“Ia seorang guru bagi sekitar 10.000 orang pegawainya. Guru juga bagi anak-anak muda lain yang menjadi adik generasinya. Bahkan, guru bagi bangsa dan Negara, karena jasa-jasanya menularkan etos kerja,” ucap promoter ketika Taksu mendapat gelar doctor honoris causa dari sebuah pengurusan tinggi bergengsi.

(Guru Karya Putu Wijaya)



Nilai pendidikan dalam kutian cerpen yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari adalah…

A.Menjadi orang yang bertanggung jawab

B. Memikul beban keluarganya

C. Seorang laki-laki yang menghidupi keluarganya

D.Menjadi pengusaha ekspor-impor

E. Menjadi guru bagi bangsa dan Negara


Bacalah cerpen berikut untuk soal nomor 11 dan 12!

Aku sendiri tidak mampu merumuskan, apakah aku kalah atau menang sebagaimana istriku juga tidak menimbulkan kesan, bahwa dia menang atau kalah dalam peperangan yang disulut dalam rumah tangganya, rumah tanggaku, rumah tangga kami. Aku pasrah. Dan kepasrahanku memang tidak lanjut dari penerimaanku terhadap takdir. Biarpun tidak mutlak demikian, akan tetapi aku belum menemukan jalan kecuali pasrah. Aku pasrah menerima keadaan, biarpun aku ingin menghadang dan menantang nasib.

(Aku, Keluargaku, Tetanggaku. Karya Darman Munir)



==

9.

Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah…

A.Seorang suami harus bersikap tegas kepada istri dan keluarganya

B. Segala persoalan dalam rumah tangga dirundingkan oleh suami istri.

C. Jangan membawa persoalan-persoalan rumah tangga kepada orang lain

D.Kebahagiaan dalam rumah tangga tidak datang tanpa perjuangan

E. Keterbukaan dalam rumah tangga adalah kunci meriah kebahagiaan


10.

Watak tokoh aku dalam kutipan tersebut adalah…

A.  Penakut

B.  Mengalah

C. Sabar

D. Berani

E. Teliti


Naskah drama berikut untuk nomor 13 dan 14!

Sukroso: Telah kukatakan kepada Bibi, bahwa mereka harus dipisahkan.

Perempuan tua  : Perlu kau ulangi lagi. Coba pikirkan andai kata karena obatku ini,

Apa yang akan terjadi dengan Satilawati?

Sukroso: Tidak akan terjadi apa-apa.

Perempuan tua  : Ia akan menanggung selama hidupnya. Ia akan merasa ada sesuatu yang hilang dari dadanya.

Sukroso: Aku yakin, tidak akan begitu jadinya dengan Satilawati. Di kota besar ini pemuda-pemuda lain masih banyak.

Peremuan tua    : Tapi cintanya pada ishak telah mendalam, kulihat.

Sukroso: Pokoknya Bibi harus memisahkan mereka.

(Kejahatan Membalas Dendam karya Idrus)



11.

Watak tokoh Sukroso dalam kutipan tersebut adalah…

A.Jahat

B. Pendendam

C. Pemarah

D.Mudah curiga

E. Peduli


12.

Konflik yang ada dalam kutipan naskah drama tersebut adalah…

A.Cinta Satilawati kepada Ishak telah mendalam

B. Sukroso ingin mencelakakan Satilawati dengan Ishak

C. Sukroso membujuk Bibinya memberi obat untuk Satilawati

D.Si bibi tidak mau mencelakai Satilawati, cucunya

E. Sukroso memaksa bibinya untuk memisahkan Satilawati dengan Ishak

 

13.

Cermati naskah drama berikut!

Ibu: Jamal, anak ibu!

Jamal   : Ibu, selama ini Ibu kemana saja? Jamal rindu sama Ibu.

Ibu: (tersenyum lembut) Kau kelihatan sedikit kurus.

Jamal   : Ibu juga, Ibu terlihat lebih gemuk dan terlihat beda sekali tidak seperti biasanya.

Ibu: Kau sekarang kelihatannya dewasa. Jamal. Salatmu masih rajin, kan? Betapa beratpun hidup yang kita jalani, apabila kita tidak kembali kepada-Nya, semuanya akan sia-sia, Nak. Kita ini hidup karena dihembuskan napas oleh-Nya, anakku.



Watak tokoh Jamal adalah…

A.Peduli

B. Tanggung jawab

C. Rajin

D.Rendah diri

E. Rendah hati


14.

Bacalah naskah drama berikut!

Ella: Mengapa Ella tidak punya Ayah, Tante? Ayah Ella nggak meninggal kan tante?

Tante Sara  : Setahu tante tidak.

Ella: Lalu kenapa Eyang dan Tante tidak mencari Ayah? (Ella menatap penuh harap)

Tante Sara  : Tante dan Eyang betul-betul tidak tahu di mana Ayah Ella sekarang. Betul-betul tidak tahu.

Ella: Waktu Ella lahir ayah sudah hilang?

Tante Sara  : Sudah.

Ella: Waktu Ella di perut ibu?

(Benang Kasih karya Susi Hutapea)

Konflik dalam naskah drama tersebut adalah…

A.  Tante Sara tidak tahu keberadaan ayah Ella

B.    Eyang tidak mau mencari ayah Ella

C. Ayah Ella menghilang saat Ella belum lahir

D.Ayah Ella mengninggalkan Tante Sara.

E. Ella ingin mengetahui keberadaan ayahnya


15.Cermati cerpen berikut!

Tapi, rasa gundah gulanaku kali ini bukan lagi karena mengenang Bang Rizani. Aku telah melepas kepergiannya dengan segala kesucian hati dan kejernihan asa. Aku tak mungkin membohongi naluri keperempuananku. Sepuluh tahun menyendiri bukan waktu sekejap. Aku merasa bagaikan sepotong pualam yang tak boleh tergores sedikitpun agar selalu berharga di mata banyak orang.

(Buih, Ombak, Sepenggal Tanya Karya Fakhrunnas Mas Jabbar)

Nilai moral yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dalam kutipan tersebut adalah…

A.Seorang istri selalu mengenang suaminya yang telah meninggal

B. Seorang istri yang baik selalu setia samapai mati kepada suaminya

C. Seorang wanita ibarat sepotong pualam yang sewaktu-waktu dapat pecah

D.Seorang wanita yang sudah ditinggal mati suaminya dapat menjaga diri

E. Seorang janda sering kali gundah gulana bila mengenang suaminya.


Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal Cerpen

1.       Pembahasan:

Beberapa cara pengarang menggambarkan watak seorang tokoh:

a.       Pemberitahuan langsung oleh pengarang

b.       Penceritaan melalui tokoh lain

c.       Tingkah laku tokoh

d.       Dialog tokoh itu sendiri

e.       Jalan pikiran tokoh

f.        Penampilan fisik tokoh

g.       Lingkungan tokoh


Tokoh Buyung yang peduli dan perhatian pada orang lain tampak pada jalan pikrannya yang teringat terus pada Siti Rubiya dan Wak Hitam.

Jawaban: A

2.       Pembahasan:

Menentukan amanat novel:

Amanat adalah pesan yang terkandung di dalam suatu cerita. Amanat mudah dirumuskan setelah kita ketahui tema dan isi cerita tersebut.

Amanat yang terkandung dalam novel tersebut adalah pedulilah terhadap kondisi dan penderitaan orang lain.

Jawaban: D

3.       Pembahasan:

Melengkapi cerpen dengan kalimat bermajas:

Majas merupakan bahasa yang menimbulkan makna yang lebih jelas bagi pembaca dan pendengarnya. Majas metonomia merupakan majas yang menggunakan nama/merek tertentu untuk memperjelas suatu maksud.

Dalam kalimat tersebut, digunakan kata “Honda” sebagai merek suatu kendaraan.

Jawaban: D

UN 2012/2013

4.       Pembahasan:

Amanat cerpen tampak dari dialog antar tokohnya. Hal ini didukung oleh dialog yang disampaikan oleh Setyani. “Memang benar sebagai seorang pemimpin Bapak bersikap tegas. Tetapi, apakah tidak ada pertimbangan lain yang lebih bersifat manusiawi?”

Jawaban: D

5.       Pembahasan:

Jawaban sesuai isi cerpen. Hal ini didukung oleh pernyataan: “Di kantor memang Bapak pemimpin yang wibawa dan tegas. Tetapi, apakah salah jika dalam mengambil keputusan, Bapak mengikut sertakan sisi lain sebagai pertimbangan, yaitu nuran dan kemanusiaan.”

Jawaban: A

6.       Pembahasan:

Hal tersebut dapat dilihat dari dialog Nirmala dan Dokter Anis yang menceritakan peristiwa tsunami Aceh tersebut.

Jawaban: B

7.       Pembahasan:

Kalimat tersebut sesuai dengan konteks naskah drama. Selain itu, kalimat tersebut tidak diulangi lagi dalam dialog berikutnya.

Jawaban: C

UN 2014/2015

8.       Pembahasan:

Nilai pendidikan dalam kutipan cerpen yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari adalah menjadi guru bagi bangsa dan Negara.

Jawaban: E


9.       Pembahasan:

Novel (amanat):

Amanat atau pesan adalah sesuatu yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui ceritanya.

Amanat yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah kebahagiaan dalam rumah tangga tidak datang tanpa perjuangan.

Jawaban: D

10.   Pembahasan:

Novel (perwatakan):

Watak adalah karakter atau sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran atau tingkah laku tokoh dalam cerita. Watak tokoh aku dalam cerita tersebut adalah sabar.

Jawaban: C

11.   Pembahasan:

Drama (perwatakan):

Watak tokoh Sukroso dalam kutipan naskah drama tersebut adalah jahat. Hal tersebut dapat dilihat dari dialog antara tokoh Sukroso dengan bibinya, “telah ku katakan kepada bibi, bahwa mereka harus dipisahkan.”

Jawaban: A

12.   Pembahasan:

Drama (konflik):

Konflik adalah ketegangan atau pertentangan dalam sebuah cerita (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri seorang tokoh, dua orang tokoh, atau kelompok).

Konflik yang terdapat dalam drama tersebut adalah Sukroso memaksa bibinya untuk memisahkan Satilawati dengan Ishak.

Jawaban: E

13.   Pembahasan:

Naskah drama (perwatakan):

Watak tokoh Jamal dalam penggalan naskah drama adalah peduli. Hal tersebut terlihat dari dialog “ibu juga, ibu terlihat lebih gemuk dan terlihat beda sekali tidak seperti biasanya.”

Jawaban: A


14.   Pembahasan:

Naskah drama (konflik):

Konflik yang terdapat dalam naskah drama tersebut adalah Ella ingin mengetahui keberadaan ayahnya.

Jawaban: E

15.   Pembahasan:

Cerpen (nilai moral):

Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan sikap/prilaku baik buruknya perbuatan, kewajiban, budi pekerti dan sebagainya yang diterima umum. Nilai moral dalam cerpen tersebut adalah seorang istri yang telah ditinggal mati suaminya dapat menjaga diri.

Jawaban: D

Related Posts

Posting Komentar